Monday, June 2, 2014

Sabar

Sabar, sabarlah cintaku
Hanya sementara kau harus dengannya
Kau harus bersamanya kini

 

Sabar, sabarlah cintaku
Takkan selamanya karena sebenarnya
Kau tahu sesungguhnya aku

Aku yang paling kau cinta
Aku yang paling kau mau
Rahasiakan aku sedalam-dalamnya cintamu

 

Aku yang pasti kau cinta
Aku yang pasti kau mau
Selamanya di hidupmu aku kekasihmu

Sabar, sabarlah cintaku
Hanya sementara kau harus dengannya
Kau harus bersamanya kini

 

Sabar, sabarlah cintaku
Takkan selamanya karena sebenarnya
Kau tahu sesungguhnya aku

Aku yang paling kau cinta
Aku yang paling kau mau
Rahasiakan aku sedalam-dalamnya cintamu

 

Aku yang pasti kau cinta
Aku yang pasti kau mau
Selamanya di hidupmu aku kekasihmu

(sesungguhnya aku yang paling kau cinta) paling kau cinta
(aku yang paling kau mau)
Rahasiakan aku sedalam-dalamnya cintamu

 

Aku yang pasti kau cinta
Aku yang pasti kau mau di hidupmu
Selamanya di hidupmu aku kekasihmu

 

Afgan syah reza - Sabar

Tuesday, May 13, 2014

Merindu

Bila hati kian merindu
pada siapakah aku mengadu
jika bukan dirimu

Bila hari betapa sepi
pada siapa aku bermimpi
jika bukan dirimu Kekasih hati

Bila tangis dan derai air mata
karna betapa jauhnya kita
pada siapa aku memuja


Ku harap kau dengarkan
rintihan rinduku
betapa dirimu
telah membuat mabuk hatiku

Wednesday, May 7, 2014

Sayang...

Cinta...
tahukah engkau perasaanku pagi lalu
aku terbangun ditengah mimpi
lalu aku menangis tersedu
tersadar tak ada lagi dirimu

Sayang...

Haruskah aku mengejarmu ditengah gelisahku...

atau
Haruskah aku menenggelamkan rinduku sampai disini

Cinta...
engkau akan selalu hidup dihatiku
rinduku akan selalu mendekap tubuhmu
sayangku akan selalu membalut lukamu

Sayang...
Aku sayang padamu.

Tuesday, November 27, 2012

Secret Garden – Nocturne (full version)


Now let the day
Just slip away
So the dark night
May watch over you

Velvet, blue
Silent, true
It embraces your heart and your soul
Nocturne

Never cry, never sigh
You don't have to wonder why
Always be, always see
Come and dream the night with me
Nocturne

Have no fear
When the night draws near
And fills you with dreams and desire
Like a child asleep
So warm, so deep
You will find me there waiting for you
Nocturne

We will fly, claim the sky
We don't have to wonder why
Always see, always be
Come and dream the night with me
Nocturne

Though darkness lay
It will give way
When the dark night delivers the day
Nocturne

Thursday, October 4, 2012

Lebih…

fire-heart1Memang benar adanya pepatah yang mengatakan “jangan bermain-main dengan api, atau kau akan terbakar, sekarang aku merasakan sendiri akibatnya…aku merasa terbakar, terbakar api cemburu!
Aku bingung menjalani hariku, ingin ku buat sibuk waktuku tapi terkadang rasanya berat karena aku hanya bisa memikirkan dia, aku selalu menginginkan dia berada di sampingku, memeluk erat tubuhku dan memberikan setiap senyuman tulus dia yang tak pernah ada habisnya untukku.
Aku tahu dia mencintaiku, seperti aku adanya…aku mencintainya lebih dari apa – apa yang pernah aku miliki, rasanya dia adalah harta terbaikku. Hanya saja masalahnya, dulu aku siap berbagi, namun saat ini aku merasa sedikit demi sedikit tak sanggup lagi. Ketidaksanggupanku ini perlahan-lahan membakar api di hatiku.
Salahkah aku mencintaimu seperti saat ini,
salahakah hatiku yang ingin memilikimu lebih…lebih…dan lebih, Tuan.

Friday, July 13, 2012

Kisah Biji-biji Kelereng


Sebelumnya, aku ingin mengucapkan Terima kasih untuk seseorang yang telah sudi menuliskan dan mengingatkanku beberapa waktu lalu.
Akhir-akhir ini aku semakin menikmati Sabtu pagi. Mungkin karena aku dapat menikmati udara pagi yang sejuk dan sunyi ketika terbangun di pagi hari, atau mungkin juga karena perasaan gembira sebab tidak perlu masuk kerja hari ini. Apapun alasannya, beberapa jam pertama Sabtu pagi amat menyenangkan bagiku.
Beberapa minggu yang lalu, tanpa sesuatu sebab yang jelas aku ke dapur untuk membuat secangkir teh manis hangat. Suatu hal biasa yang kulakukan di Sabtu pagi hari itu, berubah menjadi saat yang tak terlupakan dalam hidupku selanjutnya. Kurang lebih kisahnya begini …
Sambil aku memanaskan air diatas kompor, kuputar channel radioku untuk mendengarkan acara berita pagi, lalu sambil tetap berada di dapur dan menikmati teh manis dan beberapa potong roti tawar. Acara berita pagi sebelumnya dilanjutkan dengan kisah-kisah motifasi yang sangat menyentuh yang sebenarnya sudah rutin disiarkan oleh radio tersebut, hanya saja sebelumnya aku tidak berkesempatan mendengarkannya. Dalam bincang-bincang pagi diacara tersebut, terdengar suara seseorang yang agak tua dengan suara emasnya. Ia sedang berbicara dengan seseorang mengenai “kisah biji-biji kelereng” miliknya.
Aku tertarik dan ingin mendengarkan lebih lanjut. “Tom, (si pembicara mulai dengan menyapa temannya yang bernama Tom) sepertinya kamu sibuk sekali dengan pekerjamu. Aku yakin mereka menggajimu cukup baik, tapi sayang sekali kamu harus meninggalkan rumah dan keluargamu terlalu sering. Sulit dipercaya kok ada anak muda yang harus bekerja 60 atau 70 jam seminggu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bahkan kamu tak sempat sekedar berjalan-jalan dengan kekasihmu, atau mungkin untuk sekedar menyapanya melalui telepon.”
Ia melanjutkan, “Tom, Biar kuceritakan sesuatu yang membantuku mengatur dan menjaga prioritas apa yang yang harus aku lakukan dalam hidupku.”
”Suatu hari aku sedang duduk dan tiba-tiba terlintas sebuah perhitungan perkalian. Begini, umumnya umur orang rata-rata adalah 75 tahun. Aku tahu, ada yang lebih dan ada yang kurang, tapi rata-rata umumnya kan sekitar 75 tahun.”
“ Lalu, aku kalikan 75 ini dengan 52 dan mendapatkan angka 3900, yang merupakan jumlah semua hari Sabtu yang rata-rata dimiliki seseorang selama hidupnya.”
“Sekarang perhatikan Tom, aku mau mengatakan hal yang lebih penting lagi”.
“Tahu tidak, setelah aku berumur 55 tahun hal ini baru terpikir olehku”, sambungnya. “Dan pada saat itu aku sudah melewatkan 2800-an hari Sabtu. Andaikata aku bisa hidup sampai 75 tahun, maka hanya tersisa sekitar 1000 hari Sabtu yang masih dapat kunikmati”.
“Lalu aku pergi ke toko mainan dan membeli semua kelereng yang ada. Aku sampai mendatangi tiga toko, baru mendapatkan 1000 kelereng itu. Kubawa pulang dan kumasukkan dalam sebuah kotak plastik bening yang kuletakkan di meja kerjaku. Sejak hari itu setiap hari Sabtu, aku selalu mengambil sebutir kelereng lalu membuangnya”.
“Aku menyadari, bahwa dengan mengamati kelereng-kelereng itu semakin berkurang artinya hari sabtu yang tersisa untukku juga tinggal sedikit. Aku semakin memfokuskan diriku pada hal-hal yang penting dalam hidupku. Sungguh, tak ada yang lebih berharga daripada mengamati waktumu di dunia ini semakin berkurang, untuk membantumu membenahi dan meluruskan segala prioritas yang ada hidupmu”.
“Sekarang aku ingin memberikan pesan terakhir di penghujung pembicaraan ini sebelum mengajak istriku yang juga sudah seorang nenek untuk menikmati sarapan pagi. Pagi hari ini, aku telah mengambil kelereng terakhirku. Aku berfikir, kalau aku masih hidup hingga Sabtu yang akan datang, maka Tuhan telah memberi aku waktu tambahan untuk kuhabiskan dengan orang-orang yang kusayangi”.
Hari sabtu itu, pun hari- hari lainnya akan semakin berkurang, kenunggu untuk menyayangi orang-orang terkasih, bisa saja membuatnya menjadi terlambat……..
“Senang sekali bisa berbicara denganmu, Tom. Aku harap kamu bisa melewatkan lebih banyak waktu bersama keluarga dan orang-orang yang kamu kasihi, dan aku berharap bisa berbincang-bincang lagi denganmu. Selamat pagi!”
Saat dia berhenti suasana begitu hening, jatuhnya satu jarum pun bisa terdengar! Untuk sejenak, bahkan moderator acara itu pun membisu. Mungkin ia mau memberi kesempatan kepada para pendengarnya, untuk memikirkan segalanya.
Note: Pesan yang ingin sekali ku sampaikan, mungkin terwakilkan di cerita sederhana ini, dan berharap akan dapat dipertimbangkan.

Tuesday, July 3, 2012

Candu Asmaraku

Kau yang mampu memegang hatiku tanpa menyentuhku
mampu mengikatku tanpa memerlukan rantai
Aku tak pernah menginginkan banyak hal namun aku merasa tenggelam dalam cintamu
terus saja merasakan satu permintaan hati untuk terus kembali kepadamu.


Aku meronta – ronta ketika merindukanmu
aku menghiba ketika menginginkanmu
aku bermanja ketika menginginkan kecupan hangatku
kau membuaiku hingga aku tak sadar diatas batas mampuku dan mempumu.


Cinta,
aku tak berdaya dengan siksamu
engkau candu asmaraku
aku dengan segala kelemahanku
aku yang mengharapkan sentuhanmu
aku yang menggilaimu


…aku yang tak henti – hentinya menangisimu.

Camera 360

Tuesday, March 20, 2012

Pertama Kali Naik Burung Besi

Aku masih ingat kapan pertama kali terbang naik burung besi untuk menyebrangi luasnya samudera meninggalkan pulau Jawa menuju pulau Kalimantan, tepatnya Kota katulistiwa Pontianak (dari Bandara Soekarno hatta menuju Bandara Supadio). Aku memilih naik Lion Air karena waktu itu membandingkan harga tiket yang paling terjangkau diantara maskapai lain.
Jujur saja, sebenarnya beberapa bulan sebelumnya aku sudah di minta untuk pergi berkunjung kesana menemui Tuanku, namun aku tak punya keberanian untuk naik pesawat, aku takut ketinggian dan jatuh!
Namun Tuanku akhirnya berhasil membujukku dengan kata – kata penyemangat, sampai ancaman perang yang bengis  yang berakibat mau tak mau terpaksa membuatku memberanikan diri mengabulkannya..
seperti...“Ayo Nona, Nona pasti bisa!” ...atau,
”Nona...Kalau gak mau juga berangkat, berarti nona tidak mau bertemu denganku” ...atau,
”Ah ternyata Nona hanya omdo saja, katanya Cinta…mana buktinya? Timbang cuman tinggal berangkat saja sampai hati tidak mau melakukannya untukku”...

Hhhh sampai – sampai aku tak kuasa lagi menjawab semua tembakan - tembakan pertanyaan dan kata - kata yang menghiba itu...akhirnya ku putuskan  menyerah saja, aku pasrah dan mencoba naik pesawat untuk kali pertamanya. Biarlah bagaimana yang penting aku mencoba, namun tetap saja hati tak dapat di bohongi, baru turun dari DAMRI lalu masuk ke bandara untuk check-in boarding pass saja aku sudah panas dingin tidak karuan, rasanya deg – degan mau pingsan.
Setelah dapat boarding pass, aku pun terus maju untuk membayar pajak bandara…menghampiri dua petugas disana yang sedang sibuk mengecek secarik kertas boarding pass dan menempelkan struk pajaknya di masing – masing tiket penumpang.

Ada kejadian lucu waktu itu, saking groginya aku masuk antrian itu, aku terus memegang lengkap semua kertas di amplop tiketnya (Tiket dari email untuk check-in, Bukti pembayaran Internet Banking, secarik kertas boardking pass, petunjuk keselamatan sampai amplopku itu penuh dengan kertas haha), dan termasuk juga aku menunjukan KTP-ku yang asli kali itu, haha sungguh menggelikan…petugasnya pun melihatku sambil tersenyum penuh arti…mungkin dipikirnya “ini anak wong katrok kali ya,, baru pertama kali naik pesawat”…andai saja kali itu petugas tidak ngomong dan berbisik dalam hatinya saja dan langsung mengungkapkannya kepadaku secara gamblang, maka akan akan langsung aku akan langsung sahutin “Emang Iya, lalu kenapa? Apa itu masalah buat loe? Loe tau gak babe gue???”
Wkwkwkw, entahlah sungguh menggelikan rasanya…lah kalo pun itu orang tahu siapa bapakku, lalu kenapa…toh Bapakku cuman orang biasa – biasa saja, bukan pejabat juga.
Lanjut lagi, setelah itu aku pun naik elevator untuk menuju ke Gate (mmm berapa ya…lupa lagi deh), pokoknya aku nyari – nyari gerbangnya untuk menunggu, lalu aku pun duduk dengan harap – harap cemas, aku takut kentinggalan pesawat, aku takut mual pusing, aku takut salah naik pesawat, dan yang terakhir dan yang paling memberatkan...lagi – lagi aku takut ketinggian dan jatuh!
Hhh aku hanya bisa berdo'a saja kali itu, semoga saja Tuhan melancarkan perjalananku mulai dari naik pesawat, sampai turun kembali menyentuh daratan tanah dengan selamat, jangan sampai aku menjadi salah satu penumpang yang mengalami kecelakaan diatas awan atau jatuh ke hutan dan tersesat, atau tenggelam ke lautan samudera hingga sama sekali tak ditemukan jejaknya seperti nasib - nasib tragis penumpang maskapai Indonesia yang sudah mengalami kejadian naas itu.

***

Carita naik pesawat pertama kaliku ini belum tamat lho, sebenarnya kali itu nasib sial benar - benar menimpaku, sungguh aneh tepat di hari pertamaku memberanikan diri naik pesawat itu hari Jum'at tanggal 06 Agustus 2010 yang tak akan pernah aku lupakan, hari itu seharusnya pesawatku di jadwalkan berangkat sekitar pukul  duaanlah kalo tidak salah, lalu pihak manajemen Lion Air mengatakan ada delay sekitar satu jam. Kami pun menunggu dengan sabar di ruangan Gate tersebut namun sudah lebih dari dua jam tak kunjung juga ada panggilan. Suasana semakin sumpek dan riuh apalagi AC dan lampu padam, yang ku ingat kali itu hanya lampu utama saja yang di hidupkan dari generator.
Beberapa jam berlangsung, aku masih saja deg - degan dengan "keawamanku pertama kali naik pesawat", aku shalat ashar saja dan membasuh mukaku mencoba untuk tetap tenang dan bersabar. Hhh terus terang saja sih waktu itu ketakutanku semakin mencekam.
Lalu jarum jam menunjukan angka enam, Astagfirullah masih saja pesawatku belum ada kabar sedikit pun, untuk maskapai lain seperti Bali, Mataram, Makassar, Palembang kali itu kalo tidak salah sudah bisa di berangkatkan...sial benar, Pesawat Pontianak saja yang bikin gila rasanya, dikatakan bahwa untuk pesawat Pontianak delay karena Bandara Supadionya mengalami gangguan listrik juga, lalu yang ngenek itu alasannya karena harus menunggu dulu pesawat yang datang dari Palembang, waduh bener - bener bikin gilaaaa dan stres!

Perutku semakin lapar namun aku tak berani keluar mencari makan kali itu karena harapanku besar adanya keajaiban kalau akan ada segera panggilan masuk pesawat dan aku takut ketinggalan, hhh ujung - ujungnya pada akhirnya pun malah berbuah kecewa saja yang ada, pesawat delay terus dan perutku semakin keroncongan dan sakit maaghku kambuh, rasanya buat makan aku tak berselera lagi setelah mendapatkan jatah Beberapa orang semakin malam semakin menggila dan stress sampai - sampai mereka mengamuk kepada para petugas Lion Air yang kali itu sama - sama sedang ketiban sial, sepertinya juga ada yang sempat dihadiahi sebuah pukulan entah tamparan sari salah satu penumpang yang kira - kira aku lihat umurnya sudah berkepala empat dikarenakan dia sudah merasa amat sangat kesal karena pesawat kami menuju Pontianak satu - satunya yang paling molor dan dia mengatakan ada urusan gawat darurat dikota tujuan tersebut dimana harus menemui keluarganya yang sekarat di Rumah sakit. Padahal mungkin jika dipikirkan dengan kepala dingin, apalah gunanya memarahi pegawai kecil seperti mereka, toh mereka hanya menerima perintah dari manajemen atasannya dan mereka hanya menjalankannya saja, aku yakin mereka pun sebenarnya tidak ingin hal ini terjadi karena mereka juga sama - sama ketiban sialnya sampai - sampai mengalami overload time pekerjaan mereka.

Yah saking banyaknya orang yang sudah stress termasuk diriku sendiri merasa suasana ruangan amat sangat tegang dan semakin panas, kali itu aku sempat berbincang - bincang dengan beberapa Ibu - ibu yang akan naik pesawat ke Makasasar kalo tidak salah, dan beberapa bapak - bapak termasuk yang sebaya denganku berbincang - bincang sambil mereka bersama - sama menyalakan beberapa batang rokok kali itu, mereka tak lagi mengindahkan peraturan NO SMOKING alias dilarang merekok di area ruangan  ber-AC itu, mungkin disebabkan kekecewaan dan tak peduli lagi mentaati peraturan sebagai bentuk protes. Ada seorang pria mungkin seumuran dengan almarhum kakekku kali itu yang baru pulang dari tanah suci sehabis umrah membagikan beberpaa biji kurma yang sangat manis sekali kepada kami. Benar - benar ajaib rasanya kali itu, rasa sakit karena maagh yang sedang aku alami seketika langsung terobati setelah makan dua biji kurma dari kakek tersebut, Alhamudlillah ya Alloh engkau masih memberikanku satu keajaiban yang masih mempu membuatku tersenyum kembali terlepas dari segala kesialan yang menimpaku.

Pukul 09:00 malam alias pukul 21:00 makan itu akhirnya pihak manajemen Lion Air mengumumkan kepastian keberangkatan pesawat setengah jam lagi akan segera sampai dan kami pun langsung mengantri di pintu keluar ruangan untuk berjalan naik bis menuju peswat, cukup jauh juga parkiran pesawatnya ternyata. Sepertinya untuk mengobati rasa kesal penumpang kali itu yang sudah tidak sabar lagi ingin segera berankat, sampai - sampai pesawat tidak sempat di bersihkan terlebih dahulu, aku masih melihat ada beberapa bekas sampah seperti permen yang belum di bersihkan kalo itu.

Sewaktu sampai di pesawat aku bersyukur karena akhirnya aku berhasil juga naik tuh kendaraan, namun badanku panas dingin meriang rasanya karena ketakutanku akan ketinggian muncul kembali, aku berdo'a dan terus saja mengulum permenku supaya telingaku tidak sakit, paling tidak itulah yang aku siapkan untuk sedikit mengobati kegelisahanku, dan untung saja mataku langsung terpejam setelah menghadapi ketakutan ketika pesawat Take-off naik ke udara, terus terang saja di benakku terbayang adegan pesawat Final destination kali itu hiiiiy inilah mungkin akibat dari kebanyakan nonton film haha.
Alhamdulillah setalah melalui perjalanan yang cukup aku rasa panjang dan melelahkan selama satu jam tiga puluh menit akhirnya aku pun sampai dengan selamat di bandara Supadio Pontianak, aku naik bis jemputan sampai ke ruangan bandara lalu keluar lagi untuk mencari wajah Tuanku yang pastinya sudah menungguku lama dengan harap - harap cemas beserta rindunya yang telah menumpuk, dan begitu pun dengan diriku.
Aku melihat satu tangan melambai kearahku, dan aku dapati satu sosok dengan wajah yang sudah sangat aku kenal, ya itulah Tuanku...aku tersenyum dan menghampirinya, kami langsung naik mobil untuk melanjutkan perjalanan setelah sebelumnya aku menggerutu kesal menceritakan pengelamanku yang cukup panjang seharian yang sial itu, untunglah Tuanku menyabarkanku dan berlanjut membuat beberapa kebahagian yang sanggup mengobati segala keluhku kali itu.
 
Oya setelah nonton berita mengenai peristiwa tsb, ternyata diberitakan listrik Bandara-Seokarno Hatta padam sejak pukul 04.00 WIB pagi itu. Pihak bandara menyampaikan bahwa listrik bandara padam karena kerusakan instalasi listrik PLN, namun pihak PLN malah mengelak dan tidak ada masalah dari pihak mereka namun terlebih pada pihak bandaranya sendiri, sebanyak 62 penerbangan kali itu mengalami penundaan...hhh capek deh.

Itulah pengalamanku pertama kali naik pesawat alias burung besi, bagaimana denganmu?

Friday, March 16, 2012

Tuan nona

Sebuah surat cinta dilayangkan padaku minggu itu, sumpah hatiku berdebar - debar kencang menerimanya ketika aku tahu itu surat yang dikirimkan oleh dia...

Lalu pelan - pelan aku pun membacanya dengan jantung yang seakan - akan segera meloncat dari bilik dadaku.
Ah rupanya engkau lelaki yang sering ku impikan yang berani mengganggu siang dan malamku hingga tak tenang, memejamkan mata saja rasanya susah sekali sebelum tubuh ini benar - benar merasa lelah.
syukurlah, akhirnya engkau mengerti isi lubuk hatiku yang menyimpan rasa cinta padamu namun tak kuasa aku menyampaikannya.

Ku panggil engkau Tuan, dan engkau memaggilku nona kala itu, sebuah panggilan yang romatis terdenger di telingaku rasanya, melatup - letupkan perasaan yang semakin terasa indah dan tak dapat terungkapkan dengan kata - kata biasa.

Aku pun berlari menghapirimu, rona wajahmu...rona wajahku seakan - akan seperti sulap berubah bak sinar matahari yang baru naik ke permukaan bumi,
tempat dimana bercengkrama dengan langit untuk menghabiskan waktu.

Engkau berbisik mesra mendekati telingaku, terasa kumismu yang tipis itu sedikit menyentuh daun telingaku...
"mmm Maukah engkau menuangkan secangkir kopi untuk kita berdua, penuhilah semuanya, tak apa jika harus tumpah ruah...aku akan tetap meminumnya di tengah dahaga cintaku untuk mengecup bibirmu nona" serunya!

Sungguh luar biasa! bola - bola matanya ketika menatap wajahku penuh arti kali itu tanpa satu kali saja mengedip sanggup membuatku semakin merasa tak karuan, aku bingung untuk menebak jantungku apakah masih terasa berdetak atau tidak sama sekali...oh rasanya ingin sekali mengecup kedua kelopak matanya yang sayu itu.

Aku pun berusaha menyadarkan diri, lalu aku membalas dengan hangat, aku menatap matanya dan perlahan aku bicara sembari mendekatkan bibirku kearah wajahnya...ku bisikan,
"benarkah engkau akan meminum dan menghabiskan semuanya tuanku? karena aku punya banyak sekali kopi yang dapat ku seduh hangat untukmu, namun tak akan ku berikan secara percuma kepadamu setelah cangkir pertama yang sudah kau habiskan itu"

Lalu dia tersenyum dan berbisik kembali "benarkah? seberapa banyak kah kopimu itu? apakah sebanding dengan cintaku yang sudah tak terbendung lagi ini hai nonaku...oh nona, bibirmu indah sekali, bolehkah aku menciumnya sekarang?"

Aku pun membalas dengan senyum yang mungkin dibarengi raut muka yang tak jelas, entah menunjukan bahagia, bingung, pusing, atau entah perasaaan apalah aku tak pernah merasakannya sebelumnya...dan seakan - akan tenggorokanku tergagap kuat tak dapat membalas satu kata pun, mataku tertutup dengan sendirinya, entah apa yang terjadi, namun rasanya hanya indah dan kebahagiaan yang mengaliri desir nafasku
Seketika itu Tuanku perlahan mendaratkan bibirnya yang hangat, itulah ciuman pertamaku!

Saturday, February 18, 2012

While My Guitar Gently Weeps

 

Lagu While My Guitar Gently Weeps ini adalah lagu dari legendaris The beatles, namun kemarin ketika mengunjungi situs resmi dari Gitaris terkenal Carlos Santana di list lagu nomor satunya ada lagu ini dan rasanya langsung jatuh cinta deh…
Jatuh cinta sama alunan musiknya, gitarnya…dan tentunya suara lembut namun punya power yan khas dari penyanyinya Yo-Yo Ma, I love it, two thumbs up!

Selamat menikmati, dan berikan komentar anda…apakah setuju lagu ini "indah” ?

Berikut liriknya jika anda ingin ikutan bernyanyi bersama saya ^_^

---

Carlos Santana - While My Guitar Gently Weeps ft. India.Arie & Yo-Yo Ma

I look at you all
see the love there that's sleeping
While my guitar gently weeps
I look at the floor
and I see it need sweeping
Still my guitar gently weeps

I don't know why nobody told you
how to unfold you love
I don't know how someone controlled you
they bought and sold you

I look at the world and I notice it's turning
While my guitar gently weeps
With every mistake we must surely be learning
Still my guitar gently weeps

I don't know how you were diverted
you were perverted too
I don't know how you were inverted
no one alerted you

I look at you all see the love there that's sleeping
While my guitar gently weeps
I look at you all
Still my guitar gently weeps

Oh oh oh
oh oh oh oh oh oh oh
oh oh oh oh oh oh
Yeah yeah yeah yeah
yeah yeah yeah yeah.

Thursday, February 16, 2012

Guruku

Ngelantur dulu aaaah dikit sore – sore sebelum pulang kerja, ngilangin stress boleh ya ya ya hehe…

Judul lanturan kali ini adalah “"GURUKU”

image

sebelum mulai ngelantur, berikut saya copas dulu arti Guru yang lengkap dari Wikipedia, monggo di simak:

Guru (dari Sanskerta: गुरू yang berarti guru, tetapi arti secara harfiahnya adalah "berat") adalah seorang pengajar suatu ilmu. Dalam bahasa Indonesia, guru umumnya merujuk pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik.

Arti umum

Guru adalah pendidik dan pengajar pada pendidikan anak usia dini jalur sekolah atau pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Guru-guru seperti ini harus mempunyai semacam kualifikasi formal. Dalam definisi yang lebih luas, setiap orang yang mengajarkan suatu hal yang baru dapat juga dianggap seorang guru.

Arti khusus

Dalam agama Hindu, guru merupakan simbol bagi suatu tempat suci yang berisi ilmu (vidya) dan juga pembagi ilmu. Seorang guru adalah pemandu spiritual/kejiwaan murid-muridnya.

Dalam agama Buddha, guru adalah orang yang memandu muridnya dalam jalan menuju kebenaran. Murid seorang guru memandang gurunya sebagai jelmaan Buddha atau Bodhisattva.

Dalam agama Sikh, guru mempunyai makna yang mirip dengan agama Hindu dan Buddha, namun posisinya lebih penting lagi, karena salah satu inti ajaran agama Sikh adalah kepercayaan terhadap ajaran Sepuluh Guru Sikh. Hanya ada sepuluh Guru dalam agama Sikh, dan Guru pertama, Guru Nanak Dev, adalah pendiri agama ini.

Orang India, China, Mesir, dan Israel menerima pengajaran dari guru yang merupakan seorang imam atau nabi. Oleh sebab itu seorang guru sangat dihormati dan terkenal di masyarakat serta menganggap guru sebagai pembimbing untuk mendapat keselamatan dan dihormati bahkan lebih dari orang tua mereka.

Guru di Indonesia

Secara formal, guru adalah seorang pengajar di sekolah negeri ataupun swasta yang memiliki kemampuan berdasarkan latar belakang pendidikan formal minimal berstatus sarjana, dan telah memiliki ketetapan hukum yang syah sebagai guru berdasarkan undang-undang guru dan dosen yang berlaku di Indonesia.

Guru tetap

Guru yang telah memiliki status minimal sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil, dan telah ditugaskan di sekolah tertentu sebagai instansi induknya. Selaku guru di sekolah swasta, guru tersebut dinyatakan guru tetap jika telah memiliki kewewenangan khusus yang tetap untuk mengajar di suatu yayasan tertentu yang telah diakreditasi oleh pihak yang berwenang di kepemerintahan Indonesia.

Guru honorer

Guru tidak tetap yang belum berstatus minimal sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil, dan digaji per jam pelajaran. Seringkali mereka digaji secara sukarela, dan bahkan di bawah gaji minimum yang telah ditetapkan secara resmi. Secara kasat mata, mereka sering nampak tidak jauh berbeda dengan guru tetap, bahkan mengenakan seragam Pegawai Negeri Sipil layaknya seorang guru tetap. Hal tersebut sebenarnya sangat menyalahi aturan yang telah ditetapkan pemerintah. Secara fakta, mereka berstatus pengangguran terselubung. Pada umumnya, mereka menjadi tenaga sukarela demi diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil melalui jalur honorer, ataupun sebagai penunggu peluang untuk lulus tes Calon Pegawai Negeri Sipil formasi umum.

Di Indonesia, sering terjadi honorer siluman. Mereka dianggap siluman karena diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil dengan prosedur yang menyalahi ketentuan hukum yang berlaku. Hal ini disebabkan adanya rekayasa masa kerja selaku honorer, dan bidang pekerjaan mereka selaku honorer yang tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan yang mereka miliki. Bahkan, ada yang mengandalkan surat keputusan dari orang yang tidak memiliki kewenangan yang benar dan tepat berdasarkan undang-undang yang berlaku di Indonesia.

….

Nah sudah cukup jelas kan mengenai pengertian guru diatas?
#kalo masih ada yang bilang “belum jelas” whuaa wajib di timpuk haha

Lalu apa yang ingin saya bahas dalam postingan kali ini, adakah hubungannya?

Jawaban # Ya tentu saja ada donk, dari judulnya juga jelas kan? “GURUKU”.
Arti Guru kan sudah dibahas panjang lebar tadi diatas, nah sekarang tinggal makna dari dua huruf -KU.

Ku disini menyatakan kepemilikan seseorang, milik disini diartikan secara probadi…
misalnya contohnya adalah celanaku (KU menunjukan kalau celana itu adalah milik dia sendiri),
atau contoh lain adalah Mainanku (KU disini menunjukan kalauuuu mainan yang basah itu adalah miliknya sendiri).

Guruku dijudul ini juga sama, berarti menunjukan kalau Guru ini adalah guru milik saya sendiri, namun dikarenakan Guru itu bukanlah satu benda seperti celana atau mainan…maka guru disini bisa diartikan sebagai “pengakuan” saja, bahwasannya guru itu pernah menjadi guru saya atau masih menjadi guru saya.

Oke cukup jelas ya?

kalau memang cukup jelas…ya sudah syukurlah, berarti saya gak udah berpanjang lebar lagi bahas tentang “guruku” dipostingan ini…
tapi kalau sekiranya masih belum jelas dan penasaran, monggo sodara – sodara ikutan komen saja ngelantur dibawah ini wkwkwkw

Hormat saya,
salah satu murid terpandai “guruku” di kelas Mainan.

Wednesday, February 1, 2012

You Are my First Romance Ev (Part. 1)

Sepekan yang lalu aku menjemputnya di bandara Seotta Tangerang, ku ucapkan salam ketika pertama kali melihat wajahnya, hmm ternyata sama persis dengan profile photo yang sebelumnya sudah aku lihat di berkas kontrak kerja sama perusahaan, wajahnya memang bule namun terlihat sekali ada sentuhan wajah Asia di senyumnya dan juga senyumnya khas sekali terlihat dari kejauhan….
kami pun berjabat tangan sebagaimana orang – orang biasa yang baru bertemu dan menjalin bisnis.
”Hello sir, good evening…welcome to Indonesia, my name is Eva”
"Oh hai, Im Jason, thank you”
”is nice to meet you sir”
”me too Eva, huhhh long trip, so tired”
”ok lets go tou your Hotel sir, so you can take rest”
”yeah i think so”.
Lalu kamu pun menuju tempat parkir dan pergi ke Hotel di kawasan Taman Anggrek Jakarta.
…
Ya, aku terpilih menjadi pendamping Mr. Jason dari perusahaan tempatku bekerja di bidang pengadaan barang elektronik dari luar negeri. Tugasku disini adalah melayani segala kebutuhannya selama tinggal di Indonesia dari mulai pemesanan hotel, akomodasi, makanan, membuat dia senang selama di Indonesia yang hanya kurun waktu seminggu saja menjadi tanggung jawabku sepenuhnya, namun asyiknya disini aku akan mendapatkan gaji triple + Bonus jika proyek kerja sama perusahaanku dengan perusahaan Mr. jason ini berhasil…dan terlebih lagi aku mendapatkan uang saku yang cukup fantastis, maka aku pun tidak terlalu berberat hati menunaikan tugas yang ku emban ini :P
“Hello, mmm siapa ini?
”Hello Eva, i’m Jason"
”oh ya…what can I do sir?”
”Can you please come here now Eva, i need your help now”
”oh ok, wait for me sir”
Lalu aku pun mengucek – ngucek mataku sambil berusaha melihat arah jam menclok di angka berapa…
waduh, ternyata jam 4 subuh, gila…”apa yang dibutuhkan sama si bule ini?” pikirku heran
Lalu aku pun bergegas mandi kilat, gosok gigi, berdandan sederhana lalu pergi menemuinya ke hotel tempat dia menginap yang kebetulan tidak jauh dari apartemenku.
“knok..knok” ku ketuk pintu kamar Mr. Jason lalu dia pun mempersilahkan aku masuk
”Sorry sudah membangunkanmu pagi – pagi”
”hmm bisa ngomong bahasa Indonesia?”
”oh yeah I can, sorry kemarin aku belum sempat cerita, sebenarnya ibuku asli dari Solo, ayahku asli Denmark”
”oooo”, aku pun bengong beberapa saat sampai cicak di kamar itu pun ikutan melongo :P
“ok i see, so what can I do?”
”ssttt, come here Ev”…
begitu dia mulai memangilku Ev (dibawa IV, dan menurutku agak lucu jika bule ini yang ngomong haha)
Lalu aku pun mendekatinya…dia berbalik sedikit lalu membuka sedikit bajunya dari belakang sampai aku melihat punggungnya, dan kalu itu teus terang saja pikiranku agak sedikit ngeres, aku sudah kaget saja melihat tingkah laku si Jason ini.
owh, penggungnya putih dan kekar sekali, aku pun sedikit terpesona melihatnya
“see?”
”see what?”
”lihat sebelah kanan punggungku, ada yang gak beres, aku ngerasa sakit”
”oh ya, ada sedikit luka di punggungmu…what happened sir?”
”Aku tadi terjauh di kamar mandi"
”kok bisa?”
”ya tadi aku merasa agak pusing ketika disana, dan entahlah, aku tiba – tiba terdasar sudah terbaring di kamar mandi itu”
”Apakah sakitnya cukup parah?…pakah ingin pergi ke Hospital?”
”Gak usah deh Ev, tolong obati saja lukaku ini”
”ok wait here”…
- [To be Continued] -

Tuesday, January 31, 2012

Kekasih Ideal…

Ehm, mumpung aji…aji mungpung gairah menulisku lagi tinggi *walaupun bingung juga mau nulis apa haha, maka dari ini itu putuskan sore ini setelah bekerja aku ingin menulis sesuatu meskipun gak jelas…Ya, aku putuskan untuk menulis di blog ini, aku pastikan, aku pasti menulis!!! Walau apa pun yang terjadi, aku ingin menulis, dan siapa pun yang menghalangiku, aku tak peduli, aku sudah bulat untuk memegang teguh niatku ini….ku mau nuliiiiiiiiiiiiiiiisss!

*wkwkwkw lebay selebay2nya #dooh gak penting

...

Eh eh kok malah makin bingung ya mo nulis apa :))

…

image

Hmm kayaknya tema nulis kali ini tentang kekasih saja deh…yang lagi sibuk nun jauh disana, *tumben dia teh sibuk, biasanya juga cuman pura2 sibuk doank sambil baca2 detik,com atau nyari – nyari barang buat belanja online xixi

Hmm, menurut kamu kekasih ideal itu kayak apa sih?
Tiap orang pasti punya pernyataannya masing – masing donk ya…
Mungkin ada yang jawab…

“yang cakep mirip sama artis terkenal yang di gandrungi lawan jenisnya kayak Daniel Radcliffe, Angelina Jolie, Richard Gere, Bruce Willis,..personil SM*SH, orang2 Korea yang wajahnya sangat cakep *saking cakepnya kok malah lebih cantik dari cewek :P
mmm atau orang kampung yang sederhana, berbaju sederhana, namun baik hati,

atau mungkin, orang kaya yang bakalan jadi calon ahli waris dari orang tuanya,

atau mungkin seseorang yang benar – benar gak masuk kriteria itu sama sekali, dan hanya mengandalkan perasaan yang namanya “cinta” saja…”

yang mana yang menurutmu ideal? Jawab dalam hati masing – masing.

…

Nah pertanyaannya, Apakah kamu sekarang sudah menemukan kekasih ideal yang kamu kriteriakan diatas atau masih belum kunjung menemukannya juga sampai sekarang?
#celotehku: Cari aja terus sampe dapet, masih percaya sama Tuhan? Maka percayalah satu saat kamu bakalan menemukan pendamping hidupmu kelak karena seperti kata Tuhan, manusia itu diciptakan berpasang – pasangan, termasuk kamu!


Masih dalam proses tahap pencarian?
ataukah memang sudah merasa menemukan pasanganmu yang tepat?
#celotehku: Jaga terus orang yang kamu sayangi itu, sedikit banyak dia sudah berkorban untukmu lho


or maybe…kamu memang sudah hidup dengan pilihanmu itu namun dalam hati kecilmu ternyata dia bukanlah pilihanmu yang tepat?
Terima saja dia apa adanya, lanjutkan hidup karena belum tentu kamu akan dapat penggantinya yang lebih baik…tapi jika sebaliknya? Kamu sudah merasa tidak ada lagi kecocokan alias chemistry sama dia seperti dahulu kala…ambillah keputusan yang matang dan pastikan tidak akan kamu sesali nantinya. Namun jika tidak berani, jangan lanjutkan pikiran itu, tetaplah tinggal di lingkaranmu, pahit manisnya telan saja!

 

Hai…Bingung kah?…
Ah sudahlah, aku disini hanya pengen nulis cerita yang berkunang – kunang di kepalaku aja kok, bukan buat bahas masalah kamu yang lagi baca tulisanku yang gak jelas ini hehe *egois mode ON

Tapi jujur saja, aku sebagai penulis artikel agak panjang, rumit dan (lagi lagi ku sebutkan) gak jelas ini, aku merasa bingung kehidupan asmaraku sendiri,

antara ada dan tiada…cinta dan nafsu, antara ketulusan dan kecemburuan, antara aku dan kekasihku,
terkadang aku merasa hilang, dan ingin sekali menghilang sejenak dari tempatku beranjak sekarang…
aku ingin menatap masa depanku kelak
akankah hal – hal gila yang ku bayangkan akan terjadi atau pupus dengan sendirinya…

image

Hanya dapat ku mohonkan pada waktu, biarkan aku menikmati ceritaku sekarang, namun dapatkan ia membawa lebih lama kekasihku ke pelukanku ketika aku merindu…
ah…lama – lama kok jadi ngerasa seperti itik buruk rupa yang terabaikan…menyepi sendiri…menyedihkan!

apalah…
….sudahlah, menangis saja lagi, gpp…gpp.

Monday, January 30, 2012

Pengen kuliah…

image
Note: Sebelum baca tulisanku kali ini…tolong pandangi dulu beberapa saat, barang sedetik…dua detik…tiga detik…empat detik…atau sesukamu saja deh, kira – kira pesan apa yang ingin di sampaikan si nona berkacamata ini?
…
Tahun 2006 sekarang udah lewat berapa tahun yah…hmm sekarang udah 2012, hmm berarti dah lewat hampir enam tahun donk ya, bulan Mei 2012 ini berarti aku sudah keluar sekolah SMK tepat ENAM Tahun dan artinya juga aku sudah berkorban banyak untuk keluargaku di Bandung…
Dari mulai Magang cuman dapat Rp. 250ribu buat uang saku tahun 2006 itu, lalu beberapa bulan kemudian udah resmi kerja dapat Gaji Tahun pertama Rp. 500.000;- (non UMR) uuh rasanya seneng banget deh rasanya…hati berbunga – bunga pengen cepet – cepet pulang dan “terbaaaaaaaang” ke Bandung terus kasih sama Keluarga. Uang gaji yang terbilang kecil namun besar buatku waktu itu, cukup buat membeli kebutuhanku sehari – hari, coba tebak…berapa yang aku ambil buat keperluanku sendiri?
…cuman satu Lembar kertas Biru bergambarkan I Gusti Ngarah Rai…itu sudah cukup termasuk buat uang jajanku satu bulan.

Berarti sisanya tinggal 9 Lembar uang kertas berwarna biru itu donk yaaaa…
Alhamdulillah ku simpan dan tidak aku pakai sampai pulang ke kampung, langsung ku berikan sama Mamah, aku benar – benar bersyukur sudah dapat membalas sedikit sedikit kasih sayang Mamah walau pun akan sangat jauh dari cukup dan tentu saja tidak akan pernah membayar sejentik pun utangku akan semua pengorbanannya semenjak melahirkanku kedunia ini.

…

Hmm awal – awal gaji pertama itu aku masih kurang ingat betul di manfaatkan untuk apa saja, namun yang jelas aku bisa membelikan HP Nokia yang kali itu sudah cukup lumayan, dengan kartu Esia supaya dapat menelepon dengan murah dan mudah, karena sinyal di kampungku cukup jelek dan hanya Esia saja yang sanggup menangkap 2 barr sinyal haha..

Sttt sttt, kali itu di kampungku hanya beberapa orang saja yang punya HP, dan itu pun hanya para orang kaya saja…haha sepontan saja aku jadi terkenal karena sanggup membelikan keluargaku HP itu dan alhasil tidak sedikit yang jadi numpang nelepon atau sekedar SMS deh wkwkwkw *jadi wartel ceritanya walopun kadang ada yang benar2 “nebeng” alias gratis

Harga HP Nokia itu kalo tidak salah adalah Rp. 550.000;-
lalu selain itu aku memanfaatkan uang itu untuk memasang Listrik di rumah baru tsb supaya gak nebeng lagi sama tetangga, Alhamdulillah tercapai…kali itu biayanya kalo gak salah sampai habis Rp. 450.000;-
mmm lalu tentu saja untuk membantu meringankan beban orang tuaku menyekolahkan adik – adikku, karena waktu itu kalo tidak salah buat SMP belum ada keringanan biaya deh (baca: BOS), dan sampai sekarang pun yang satu ini masih berlanjut menjadi tanggunganku untuk menyekolahkan adik – adikku.

Kondisi ekonomi keluarga yang sangat sulit, terutama setelah bapakku gulung tikar sampai harus pindah ke rumah (baca: gubuk), yang kecil dan alakadarnya membuatku harus bertahan dan semangat bekerja keras untuk dapat menghidupi keluargaku (itulah motivasiku yang paling kuat). Maklum saja, aku adalah anak pertama, jarak antara aku dan adikku yang paling besar adalah 6 tahun…jadi sangat jauh sekali buat berbagi beban dengan adik2ku yang masih kecil.

…

Setiap tahun, tepatnya bulan Juni Alhamdulillah tempatku bekerja menaikan gajiku sedikit demi sedikit, di tambah pula dengan porsi dan beban kerjaku yang semakin berat untuk handle sana sini, maka gajiku pun di naikan perlahan. Alhamdulillah Sekarang, gajiku sudah lumayan terbilang mencukupi, lebih dari UMR…untuk seukuranku yah terbilang cukup, namun entah kenapa…kebutuhan yang meningkat…dan dasarnya manusia yang tidak pernah luput dari cobaan, ada – ada saja hal yang selalu menghalangiku untuk dapat menyisihkan uangku untuk menabung, Seriously…i can’t save my money enymore, selalu saja habis dipakai kebutuhan sana sini, dan terutama…apalagi, keluarga!

Adikku Alahmdulillah sudah Lulus sekolah walaupun SMK, setidaknya itu sudah cukup untuk jadi modal dia melanjutkan hidup dan mencari nafkah sendiri, aku menjanjikan dia membantu uang jika dia ingin kuliah, namun syaratnya dia harus sambil bekerja supaya tahu bagaimana susahnya jerih payahku selama ini menyekolahkan dia dan menghidupi keluarga…

Tak jarang akhir, pertengahan bahkan awal – awal bulan aku sudah cekak dan merasa tercekik karena uang gajiku sudah habis, aaah untung saja, terkadang ada seorang dermawan yang selalu ada untuk menolongku walaupun aku sudah merasa sangat sungkan kepadanya untuk meminta tolong…sampai sekarang tak habis – habisnya aku berhutang kepadanya, Terima kasih Tuan!

Hhhh aku ikhlas, tulus menjalaninya sampai sekarang, hampir enam tahun aku mengabdi pada tempat kerjaku ini, semakin hari rasanya semakin berat dan stress…entahlah, dan ditambah pula rasanya pundakku sudah lelah menopang beban keluarga yang selama ini ku tanggung…
Sekarang…rasanya sudah sedikit longgar, aku masih menghidupi adik perempuanku untuk sekolah SMA, dan adik bungsuku sekolah SD, namun tidak terlalu berat karena mereka tidak sekolah di sekolah yang bergengsi sepertiny kakaknya yang baru saja lulus tahun 2011 kemarin.

Sementara aku sudah berkorban waktu, tenaga dan pikiran untuk keluargaku,
rasanya ingin menikmati hidup barang sebentar….aku memikirkan untuk kuliah, mencari ilmu dan mendapatkan gelar,
karena terasa sekali, tanpa gelar…tidak akan ada banyak perusahaan yang akan menghargai tenaga hasil kerjaku, itu fakta!

Akankah aku dapat meraih kehidupan yang lebih baik? akankah aku berjodoh dengan perusahaan yang benar – benar menghargai kerja kerasku yaaa dalam arti baik itu materi maupun grade karir….hmm itu pertanyaanku, dan apakah aku masih sempat mengejarnya?
Jika begini – begini saja…kok rasanya aku sama dengan keledai yang bodoh mengejar – ngejar sepotong wortel, hiks
image
umurku ternyata sudah tidak se-belia dahulu lagi, aku harus memutar otakku untuk kehidupanku dan keluargaku yang lebih baik kelak!

Question: Can I?

Friday, January 27, 2012

Menemani Perjalananmu

“Whyyyyy do you love meee…so sweet and tenderly….I do everything to…”
“Haloo, Assalamu’alaikum”
“Waalaikumusallam…udah bangun?”
”…."…”….”
image Beberapa tahun silam…setiap subuh pagi sekitar pukul 6:00 Handphoneku berbunyi membangunkanku, lalu seorang pria dengan suaranya yang terdengar di telingaku amat sangat merdu, rasanya indah sekali…seketika itu juga hatiku langsung berbunga – bunga…
Kira – kira ada waktu sekitar 60 menit untuk menemaninya melalui perjalanan menju ke tempat kerjanya di kawasan ibu kota, mengendarai mobilnya yang berwarna silver dan berFlat nomor yang unik dan mudah di ingat :P. hmm Ketika waktu itu Aku suka berpura – pura masih tertidur supaya dia membangunkanku dengan candanya, dan aku pun dapat sedikit bermanja – manja dengannya dengan alasan Kantung mataku yang masih berat terbuka.

Selalu saja ada obrolan seru yang selalu kami ceritakan satu sama lain…cerita tentang aktifitas kerja kemarin, dari mulai yang lucu, sedih, kesal semuanya kami curahkan dan pasti saja pagi yang indah itu selalu diselingin canda tawa sampai terpingkal – pingkal sampai lemas rasanya tertawa, mmm senang sekali rasanya.
Sampai satu ketika aku membuat sebuah status…”pagi – pagi sudah lemas” huahahaha dan orang2 pun yang membaca langsung membalas dengan beragam pikiran yang salah dan cenderung jorok wkkwk, coba tebaklah!
….Ketika ia melewati gerbang tol, mengambil atau membayar tarif tiket tol…aku selalu menggodanya ketika seusai mengucapkan “Terima kasih” kepada petugas tol…karena dia selalu saja terdengar manis menyapa mereka dan pastinya selalu sambil tersenyum
Aku pun selalu bertanya “petugasnya cewek apa cowok”…
Jika cewek aku pun merasa cemburu dan menyindirnya “sok imut” nyari perhatian
Jika petugasnya cowok…ya sudah tak ku perpanjang haha…Habis perkara!

Aaah entah apa saja yang menjadi bahan cerita, kadang dia bernyanyi merdu, memutar kaset Idris sardi kesukaannya sepanjang jalan dan terus terang saja pertamanya aku merasa “kurang suka” karena rasanya terdengar jadul di telinga haha…mmm tapi mungkin karena saking seringnya aku mendengar alunan tembang mendayu tsb lama kelamaan semakin terdengar merdu di telinga, lalu aku pun meminta dia mengirimkan tembang itu ke alamat surat emailku dan ternyata sampai sekarang aku amat sangat menikmatinya, bahkan lebih parah…aku malah lebih hafal lirik – liriknya yang berbahasa inggris ketimbang dia sendiri *whattt
Ahhh sungguh indahnya cerita kita…ingin sekali rasanya menemani perjalananmu kali itu

ketika bumi masih setengah terbangun, ketika mentari mulai menyapa…suramu pun membangunkan lamunanku,
semakin lama…semakin menumbuhkan rasa yang membuatku tersenyum tanpa henti hingga mentari pun berpamitan.
Aku…menyambutmu dengan rindu kekasihku.


Penulis: Tiayi – dalam pijakan bumi dibawah naungan Langit.

Monday, December 26, 2011

Tolong aku Tuan, Perjuanganku semakin berat dan menyiksaku tuan


Mungkin jika ku bubukakan segala isi hati dan situasiku
Mungkin mereka akan bilang bahwa aku akan lebih baik tanpamu
tetapi mereka tidak tahu apa pun tentangmu
atau setidaknya yang selama ini aku tahu, pahami dan aku syukuri

Aku tak dapat berpikiran jernih saat ini
Hal ini membuatku kehilangan akal pikiran
Mengingatkanku akan sesuatu yang sudah pernah ku temukan
Seperti halnya catatan dan kenangan yang telah kau berikan

Bangunkan aku, bangunkanlah aku ketika semua sudah berlalu
Aku tak mau berdiri sampai gejolak ini berakhir
Aku akan tetap menunggumu Tuan

Tapi aku takkan pernah pergi
Aku tak dapat melakukannya sendirian
Apakah pengorbanan ini akan kau hargai untuk dapat cintai?
Jika ini bukan cinta, lalu apa?
Aku bersedia untuk mengambil resiko untukmu...hanya untukmu saja Tuan

Ingin rasanya Kepala dan ragaku membatu
Aku sangat takut untuk melangkah lebih jauh dalam perjalanan kita ini
bagaimana jika aku kehilangan hatiku dan Tuan tolak kelak?
Aku takkan mengampuni diriku sendiri jika aku tak berusaha melakukannya

Tuan...
Akahkah ada waktu tersisa untukku kelak?
Apakah kenal ketika engkau menua, masih akan mengingat namaku
Apakah engkau masih akan menyimpan sedikit kenangan dalam ruang hatimu tuan?
Akankah engkau masih akan mencintaiku bahkan ketika Tuan sudah terbebas dari dunia ini?
Ataukah Tuan jika seandainya aku yang pupus lebih dulu, akankah tuan masih merindukanku untuk mengingat segala hasrat hidupku untukmu seorang.

Ketika kita bercengkrama kemarin,
Mengapa aku rasakan kau akan pergi menjauhiku
Aku tak tahu apa yang aku ragukan
Namun rasanya sakit beraduk rindu ini semakin menjadi saja
sampai hari ini...
Walau aku sudah mendengar suaramu,
Aku masih amat sangat merindukanmu Tuan

Mataku lelah Tuan,
Tolong aku...alangkah sakitnya batinku saat ini.
Aku hanya bisa menjerit dan menjerit merasakan sayatan cintamu
Hanya bisa menangis dan menghujankan air mataku
Sungguh sangat menyiksaku Tuan
katakan apa yang harus ku lakukan untuk memulihkannya kembali?

Jika aku tahu dulu, aku akan tersiksa seperti ini
Mungkin aku akan memilih untuk tak menggapai tanganmu
Namun sungguh tak kuasa,
Karena aku tahu, hanya kau yang bisa memenuhi cangkirku sampai penuh!

Sunday, December 4, 2011

Happy Birthday for u Ay


Im Happy enough for your birthday this year, because I've successfully fulfill my promise to you.
hope you always smile for me.

Sunday, December 13, 2009

Dingin...


Menata mentari di pagi buta
jauh melambaikan salam perpisahan dengan malam
kita malah berangin angin diatas roda
sambil menahan dingin aku pun memelukmu erat erat

ceritakan padaku, perasaanmu ketika diam diam ku kecup bibirmu dalam lelap
tenyata malah berbalas hangat dari matamu yang mendadak terbuka lebar
hmm otakku malah berputar bingung
semakin lama semakin membingung

aah...
Di pagi dingin itu ingin sekali ku tahan langkah
kenapa aku hanya tersenyum saja bak sebuah patung tak berdaya!

Sunday, May 31, 2009

Missing Key

missing key

Ada banyak sesuatu dalam benakku
Inginnya ku hamburkan penggalan penggalan kalimat
tapi aku kehilangan arah untuk mengucapkannya
dan aku pun hilang kata

Ada banyak sekali tempat yang ingin kusinggahi
dan aku ingin sekali pergi
tapi tak ku temukan kunciku
dan aku pun tak dapat membuka pintuku

Beratnya kata kata yang terbungkam
tetap saja tak terucap, hanya tersimpan dalam kotak
kau memaksaku tuk tak dapat berucap
diam dan tersenyum saja bagai boneka bahagia

Hatiku sepi
sedangkan kau mampu meramaikannya
jiwaku berat
sedangkan kau mampu menerbangkannya
aku tak dapat merasa, tak dapat lagi membuka mata
kau mengurungku, dengan kunci ditanganmu...

Thursday, December 4, 2008

Wilujeung Milangkala a



Wilujeung Milangkala Kangge salira Jungjunan, panutan hate eneng nu anteung ngancik dina sagara hate.
aa, tos nambihan sataun geuning yiswa salira teh
mugia sagala masalah anu nuju karandapan tiasa enggal mendakan jalan kaluarna, nu pangsaena kangge kahirupan salira kapayunna, kade ulah hilap kanu kawasa nu ngusik malikeun urang a.
Sing emut a, kanyaah eneng masih aya leah kangge salira.